DON’T READ THIS BLOG
December 11th, 2007 by amifahmiThis Blog is not Updated at all, I will thankfull If you visit my Blog at multiply [mdyahya.multiply.com] or my personal site www.fahmi.or.id
I’m wery wery wery apreciate that ![]()
Thanks….
This Blog is not Updated at all, I will thankfull If you visit my Blog at multiply [mdyahya.multiply.com] or my personal site www.fahmi.or.id
I’m wery wery wery apreciate that ![]()
Thanks….
Dear Friends,
This is just a sillyousity maybe, Errrrr actually I’m not too active in this blog. But you are always welcome at my neverland. Which is my active blog recently. Just try to "go" there if you have a lot of time to do a wastefull stuff ;P. Thanks…
Your truly,
-FaHmi-
Dalam sebuah pesan dari seorang "kakak"….
"kita cuma setitik debu di padang pasir…apalagi di alam semesta… tapi mee…tapi !! tapi klo kamu jg gak "bergerak", kamu jg tetep jd debu yg hanya dinjak2, terbawa angin kesana sini… kamu bisa aja mjd debu yg masuk ke mata para kafir yg menyerang tentara Rasul, kamu bisa jd debu yg mnjd bagian tembok cina, bagian dari borobudur…yg MEGAH!menjadi bagian borobudur gak hrs jd STUPA, hanya jd pondasi jg sangat penting…ingat apa yg aku katakan ttg memandang "penting"? ya kan mee…"
Bener mas, begitu banyak pilhan yang ada dihadapan kita….Kita dapat saja menjadi debu dari sesuatu yang besar ataupun yg kecil, tp bagaimanapun itu kita hanyalah debu…yang mungkin tidak akan dianggap bila tidak masuk ke mata seseorang atau bertebaran dalam suatu kerusuhan……
Begitu banyak pilihan yg ada dihadapan kita dan mengapa kita tidak memilih untuk menjadi yg lebih baik?….
.:: fahmipun ::.
Ami’…..kata-kata itu mulai familiar di telinga saya saat menjelang kelahiran keponakan pertama saya Muhammad Yahya Ayyashi Mujahidan yang sering dipanggil zidan 10 September 2001 (Sehari sebelum tragedi WTC). Kalau sepintas memang terdengar mirip dengan nama saya ‘Muhammad Dzulfahmi Yahya’, Ami’ zidan atau pamannya Zidan. Ya!!! Ami’ adalah bahasa arab dari paman. Mbak Rani-lah yang memfamiliarkan nama itu, kakak nomor empat saya. Melihat sekarang, bahwa waktu memang terasa sangat cepat. Si Zidan kecil telah bertambah dewasa dan tiga keponakan pun sudah saya punyai dari kakak-kakak saya yang lain. Sementara bagaimana dengan saya??? Bertambahkan saya??? Ato malah berkurang??? Dalam hal apa??? Segalanya!!! Astaghfirullah…
Mungkin itu hanyalah perasaan yang ada di setiap umat manusia, selalu merasa kekurangan dan tidak dapat memandang kelebihan….
.::fahmipun::.
Jazakillah kepada seseorang yang selalu memberikan semangat yg "menyejukkan"